Selasa, 01 Desember 2015

Ibu-Ibu Tipe "Ah Teori"






Melihat tulisan Dr. Riant Nugroho tentang orang-orang anti-teori, saya langsung meringis dan kebayang wajah … ibu-ibu. Mungkin karena saya kehilangan fokus soal isu kebijakan publik tapi … eit ngga juga. Kebijakan publik ini juga menyangkut kehidupan ibu-ibu kok. Ibu-ibu yang berkuasa di suatu komunitas tertentu xixixixixi Atau … ibu-ibu yang delusional merasa harus menguasai orang-orang di komunitas tertentu. Ibu-ibu itu mungkin saja adalah … saya *nunjuk hidung sendiri*

Anak cuma dikasih puree aja umur 6 bulan? Itu teoriii *kibas rambut* Dengerin ya, anak saya sudah tiga. Dari umur 4 bulan udah saya kasih tim nasi dan hati ayam. Jadinya pinter-pinter sekarang.

Ngga boleh kasih anak madu di bawah usia 1 th? Itu teoriii. *ketawa sinis* Anak saya, buktinya, tumbuh sehat dan bugar.

Ngomong sama suami harus begini-begitu? Itu teoriii. Buktinya, dari saya punya suami satu … eh, maksudnya saya dari awal saya menikah saya tahu betul bagaimana harus bersikap.

Dll.

Nah, gimana saya tidak meringis membaca tulisan Dr. Riant?

Ada dua penyebab orang tipe “ah teori” yang diucapkan dengan sinis.

  1. Trauma dengan teori yang buruk, yang berarti di masa lalu salah memilih teori. *please, kenapa lu mesti nyalahin gue atas derita luuu? Xixixixixi*
  2. Ingin kepentingan pribadinya, melalui nalar atau logika kebijakan yang disampaikannya, tidak dikikis oleh teori kebijakan publik. *nah, lu mau menang sendiri? #toyorpalasendiri*

Tapi, apa sih teori itu sebenarnya?

Saya langsung membuka KBBI.

teori/te·o·ri/ /téori/ n 1 pendapat yang didasarkan pada penelitian dan penemuan, didukung oleh data dan argumentasi; 2 penyelidikan eksperimental yang mampu menghasilkan fakta berdasarkan ilmu pasti, logika, metodologi, argumentasi: -- tentang kejadian bumi; -- tentang pembentukan negara; 3 asas dan hukum umum yang menjadi dasar suatu kesenian atau ilmu pengetahuan: -- mengendarai mobil; -- karang-mengarang; -- hitung dagang; 4 pendapat, cara, dan aturan untuk melakukan sesuatu: -- nya memang mudah, tetapi praktiknya sukar

Ladies, kalau orang berbicara tentang teori, setidaknya pikirkan bahwa mereka mengeluarkan pendapat yang didasarkan pada penelitian dan penemuan, didukung oleh data dan argumentasi! Bisa ngga daripada sekedar cekikikan atau kibas rambut atau apalah, jika kita tidak sependapat dengan sebuah teori yang dikemukakan kawan kita, kita hanya perlu mempertanyakan data dan argumentasinya? Stop! Jangan rendahkan diri sendiri dengan sikap ngotot. Oke. Seringnya saya malah merendahkah diri dengan sikap ngotot gara-gara gagal paham bagaimana harus menghadapi tipe "ah teori" ini *tinjupalasendiri* Saya sedang belajar untuk diam jika dihadapkan pada situasi yang membuat saya ingin membenturkan kepala ke tembok. Dan itu ... susah. Saya sering gagal. Terutama jika sudah ketemu yang hobi ngomong "ah teori" sambil kibas rambut dan mengeluarkan kata tanpa logika. Yang penting ngomong.

Setidaknya, teori itu adalah sebuah penyelidikan eksperimental yang mampu menghasilkan fakta berdasarkan ilmu pasti, logika, metodologi, argumentasi. Di samping itu, teori juga merupakan asasdan hukum umum yang menjadi dasar suatu ilmu pengetahuan.

Oke, teori juga bisa diartikan sebagai pendapat, cara, dan aturan untuk melakukan sesuatu, menurut KBBI. Tanpa eksperimental tanpa penelitian … whatsoever! “Pendapat gue-gue ini”. Artinya subyektif, kan? Yakin kawan yang kita sahutin “ah teori” itu beneran sekedar pendapat dia pribadi? Gimana kalau ternyata dia punya data dan argumentasi? Atau … katakanlah ada dua orang yang saling mendiskusikan sesuatu hanya berdasar pendapat pribadi dan salah satunya bilang “ah teori”, dan orang yang dibegitukan itu Anda, kira-kira bakal baper ngga?

Mencoba bergaya dengan “ah teori” dalam apapun alasannya menurut saya seringkali terlihat seperti seseorang yang ingin pendapat atau kepentingan pribadinya –dalam logika dan nalar apapun- bisa diterima oleh orang lain. Artinya sombong? Mmmm ... sebenarnya dalam dosis tertentu sih nggak juga xixixixixixixi yah namanya juga usaha.  Kadang saya –bisa jadi juga Anda- sering nyengir sambil bilang “ah teori” saat lagi ngobrol santai dengan orang lain. Tapi niatnya nggak melulu memaksakan pendapat, hanya meyakini bahwa pendapat pribadi lebih oke, meski belum terilmiahkan hahahaha.

Poinnya sih, saat kita bilang “ah teori” hanya kita sendiri yang tahu: kita niatnya apa sih? Mengecilkan orang lain? Merasa lebih hebat di sebuah komunitas? 

Jika memang niat kita tidak seperti itu, gimana kalau kita cari cara mengucapkan kata “ah teori” dengan lebih kocak? Xixixixixixi. Susaaah. Oke. Tapi paling ngga bisa kan kita merasakan apakah kawan yang mengucap “ah teori” itu sedang sekedar bertukar pendapat atau memang mengecilkan. Jangan terlalu baper jugalah.  I can’t help it *nyengir*

So, Ladies, perhatikan kata-kata “ah teori”. Beberapa kali saya mengalami hal ini dan saya tahu … saya sedang dikecilkan. Tentu kita akan lebih senang jika dalam perbedaan pendapat, sepanas apapun dalam berdiskusi, kita selalu berusaha berpikir logis dan ngga baper. Beda pendapat itu soal biasa, mengecilkan orang lain adalah hal yang luarrr biasa ^^

Teori dalam obrolan ibu-ibu membantu mendukung nalar pendapat yang sehat dan mengoreksi nalar pengetahuan yang melenceng.

Always be smart, be graceful! ^^



10 komentar:

  1. pelajaran moralnya adalah: belajar menghargai pendapat orang lain yah mbak :)

    BalasHapus
  2. Kalau saya mah, suka dengan teori mak....bermula dari kita tahu teori itulah kita faham apa yang harusnya yang kita lakukan, nggak jadi bebeks lah ikut sana ikut sini :) hihi

    CMIIW.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. repot kalau jadi bebeks ya, Bun Nurul xixixixixixi

      Hapus
  3. Berbagi pengalaman itu penting ya, Mak.
    Dan lebih nyaman kalau ga pake sinisnya.

    Heheee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, ini dia! Berbagai pengalaman itu sebenarnya asyik kalau bisa saling menghargai ^^

      Hapus
  4. srg sih nemu yg begini2 mba.. ga sesuai teorinya dgn apa yg saya rasain sendiri.. Tapi saya milih diem ajalah drpd ribut ;p.. biarkan org2 itu dg teorinya,dan saya dgn teori saya sendiri ;D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kadang diam lebih menentramkan ya, Bun. Saya juga lagi belajar untuk bisa diam xixixixi

      Hapus
  5. artinya juga macam2, tidak mau menerima nasehat sampai sinis...

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju, Bun :D artinya bisa macam-macam

      Hapus

Pengikut

Supporting KEB

Supporting KEB
Kumpulan Emak Blogger

Histats

Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats